Posts

Showing posts from 2018

Jangan pura - pura

Jangan pura - pura tidak begitu Jangan pura - pura tidak terluka Jangan pura - pura baik - baik saja Kalau ingin menangis, menangislah Kalau ingin tertawa, tertawalah Lakukanlah sesuai hatimu.

Perihal Masa Lalu

Perihal masa lalu, Bukan berarti tidak mau berdamai dengannya. Bukan berarti ingin berbalas dendam. Tetapi, lebih daripada itu, Untuk orang - orang yang pernah dijatuhkan, dan ia bisa bangkit sendiri, ia akan lebih memilih untuk mencari kebahagiaan baru.  Tahukah kamu, kenapa? Karena kamu yang telah meninggalkannya saat jatuh, tidak pantas mendapatkan senyumnya kembali yang sudah susah payah ia dapatkan kembali. Karena ia tahu, kebahagiaan dirinya sendiri sangatlah berharga.

Tanya

Hari ini, dia sedih, tiba tiba saja hujan turun, membasahi kota Bandung. Dingin, lebih dingin dari biasanya. Disini, disudut ruangan, dia sendiri. Kepalanya penuh dengan amarah dan kesedihan. "Kenapa?" Katanya. "Kenapa dunia kali ini tidak memihak padaku?" Tanyanya sekali lagi.

Teman

Mari menjadi teman biasa, tanpa embel-embel romansa. Saling memperhatikan dan mendoakan, hingga saling mengingatkan jam makan. Mari sejenak menjadi manusia biasa yang hidup dalam dukungan, tidak selalu berkenaan dengan perasaan ingin jadi pasangan. Mari saling mengantar pulang dan berbagi bekal makanan tanpa embel-embel pendekatan. Saling memeluk dan berbagi pundak ketika tangis dan sedih membeludak. Kubagi rahasia tanpa maksud terselubung dalamnya, bertukar keluh kesah setelah hari-hari yang resah. Simpan nomor teleponku pada daftar panggilan darurat, panggil kapan saja kau merasa terjerat. Bukannya teman memang seperti itu? Susah senang selalu bersama dan tidak mengeluh. Mari saling bercanda dan bergosip bersama, memberi ulasan tentang selera pakaian sampai pasangan. Berkata sejujur-jujurnya tanpa takut tidak diterima. Mari berbagi hujatan dan pelukan, mari sama-sama memancing keributan. Menangislah supaya aku punya alasan melabrak siapapun yang kau jadikan lawan. Mari be...

Rindu

Pagi pagi sekali aku menyeduh teh disudut dapur. Untuk menghangatkan dinginnya rindu malam tadi. Rasanya manis bagai senyum indahmu yang biasa menyapaku pagi - pagi. Tapi, sudahlah. Semua tentangmu telah kukubur dalam - dalam. Hingga sekelibat senyummu  tak pernah lagi tampak. Lalu, untuk apa pula aku mengingat senyummu itu. Sebab ku tau, senyummu itu bukan lagi untukku. Tak apa, walau kesendirian itu melelahkan, sedang kebersamaan belum tentu melegakan.

Perempuan itu

Bahagianya jadi perempuan itu, aku yakin malam ini ia akan bermimpi indah. Karena sebelumnya, ia sempat menatap matamu, ia sempat berbincang denganmu, dan ia sempat melihatmu tertawa. Beruntungnya jadi perempuan itu, tanpa menanti dan bertengkar dengan rasa rindu ia sudah mendapat tempat dihatimu. Pernah ada sebuah cerita di antara kalian yang hingga kini enggan kalian lepaskan. Bahagianya jadi perempuan itu, ia mendapat teduhnya matamu itu, tanpa ia minta padamu. Tatapan yang semua orang ingin dapatkan secara cuma cuma. Beruntungnya jadi perempuan itu, ia dijadikannya rumah oleh semua keluh kesahmu, dijadikannya tempat pulang olehmu. Karena sejatinya, perempuan suka sekali dijadikan tempat berkeluh kesah sang pujaan hatinya.

November

Aku teringat kembali tentang November, dimana hujan dan kata - kata begitu rinai. Ini tentang November; yang didalamnya bulan pernah jatuh ke bumi. Ia tidak mati, hanya saja jatuhnya membangun kisah - kisah yang kubangun tanpa sedikitpun resah. Disana aku pernah memelukmu, menjadikanmu satu - satunya raga yang kutuju, meneriakkan namamu keras - keras agar kau tak pergi, menabrak rasi - rasi yang menertawai kenangan yang kubenci. Aku menahan mendung, bersikeras membendung agar tak lekas memuai turun menjadi bulir - bulir air. Namun aku salah, kau terlampau hebat lebih dari yang aku kira, hingga kau mampu melangitkan luka diatas atap duka dan menjadikannya hujan tanpa melewati mendung yang seharusnya ada. Kau mungkin lupa, akulah yang memapahmu kala luka menggelayuti kakimu hingga kini kau mampu kembali berjalan; berlari kencang, pergi. Atau aku yang lupa bahwa hari ini yang terlihat, sering kali tidak sesuai ekspektasi. Orang sepertimu tidak akan pernah sadar akan nadi yang telah ka...