Rindu

Pagi pagi sekali aku menyeduh teh disudut dapur. Untuk menghangatkan dinginnya rindu malam tadi. Rasanya manis bagai senyum indahmu yang biasa menyapaku pagi - pagi. Tapi, sudahlah. Semua tentangmu telah kukubur dalam - dalam. Hingga sekelibat senyummu  tak pernah lagi tampak. Lalu, untuk apa pula aku mengingat senyummu itu. Sebab ku tau, senyummu itu bukan lagi untukku. Tak apa, walau kesendirian itu melelahkan, sedang kebersamaan belum tentu melegakan.

Comments

  1. kata dilan rindu itu berat, tapi kalo kata aing sih yang berat itu merindukan seseorang yang merindukan orang lain, alias kabogoh batur

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

November

Pertanyaan

Tanya